INTERUPSI! “Evaluasi Paruh Tahun BPM FEUI: Musyawarah Mahasiswa, Tahukah Anda?”

Politik kampus kembali memanas. Kali ini permasalahan bukanlah masalah Pemira yang memang setiap tahunnya rutin menimbulkan perdebatan. Tapi akibat kontroversi hasil Bidding OPK FEUI 2011. Banyak pihak menyoroti kinerja Badan Perwakilan Mahasiswa FEUI (BPM FEUI) 2011 dalam paruh tahun pertama periode 2011 ini. Salah satu isu yang hangat dibicarakan adalah pengusulan untuk menyegerakan Musyawarah Mahasiswa FEUI 2011. MUSMA FEUI dianggap mampu menjadi forum terbuka untuk mengaspirasikan suara-suara ‘sunyi’ mahasiswa FEUI secara legal dan formal. Namun, sudahkah kita mengetahui posisi MUSMA? Sudahkah kita mempersiapkan argumen yang akan dibawa pada MUSMA? Apakah MUSMA legitimate dalam menetapkan aturan, mekanisme baru dalam proses bidding OPK?

Menurut narasumber kami, Deni Irawan, Anggota DPM UI dan mantan staff ahli BPM UI 2010, Musma hanya dapat dilaksanakan atas tiga tujuan: (1) Mengangkat BPM FEUI terpilih, (2) Memberikan penilaian pertanggungjawaban BPM FEUI, (3) Mengubah AD/ART. Agenda-agenda insidentil dibahas dalam Musma luar biasa atas inisiatif BPM. Namun, kondisi dan mekanisme pengajuan serta aturan Musma luar biasa tidak diatur dalam AD/ART. 

Musma sebenarnya telah diselenggarakan pada awal tahun ini. Banyak pihak yang tidak mengetahuinya, karena memang musma tersebut diadakan sebelum pengurus inti 2011/2012 di kebanyakan organisasi belum terbentuk. Agendanya adalah pelantikan BPM 2011 dan pertanggungjawaban BPM yang sebelumnya. Tercatat tahun lalu ada empat kali Musma yang digunakan untuk membahas beberapa agenda prosedural atas inisiatif BPM.

Musma Luar Biasa untuk OPK 2011

Dari beberapa isu kampus yang kini beredar, beberapa mahasiswa FEUI berencana akan mengajukan usulan Musma kepada BPM dalam waktu dekat ini. Tujuannya masih sekitar masalah yang terjadi dalam bidding OPK 2011 yang penuh kontroversi.

Ada beberapa kemungkinan yang dapat terjadi ketika publik mengajukan usulan mengadakan Musma. Saat publik mengajukan Musma atas dasar meminta semacam pertanggungjawaban atas isu-isu yang kini tengah beredar, hal tersebut kecil kemungkinan terjadi. Mengapa?

Ini dikarenakan bahwa mekanisme OPK terlalu besar untuk dibawa ke dalam Musma. Mengingat poin-poin yang banyak dikonfrontir di media sosial saat ini lebih mengarah kepada teknis-teknis. Dan masalahnya saat ini teknis pelaksanaan dalam OPK selama ini masih berupa SOP internal BPM saja.

Jika yang diminta hanyalah pertanggungjawaban atas hasil bidding OPK 2011, Prasidya Ilvan mengatakan akan lebih cocok bila yang dilakukan adalah public hearing. Dan dia sebagai Ketua BPM FEUI 2011 menjanjikan hal tersebut di minggu depan guna menjawab kegelisahan publik.

Namun berbeda hasilnya jika publik FEUI mengajukan Musma atas dasar menggugat mekanisme dan proses bidding OPK yang mungkin dikeluhkan. Hal ini sangat memungkinkan. Mekanisme dan proses bidding yang dianggap terlalu memberikan kekuasaan kepada BPM, misalnya, masih dapat dirubah melalui usulan Musma ini. Ini dikarenakan memang di dalam AD/ART MM FEUI penjelasan mengenai OPK sangat sedikit. Praktis hanya tiga pasal yang menyebutkan kata OPK didalamnya, diantaranya pasal 5 ayat 3 yang mengatur terkait dengan kewajiban annggota Majelis Mahasiswa untuk mengikuti OPK, serta pasal 19 ayat 11 yang menyatakan kewajiban BPM untuk menyelenggrakan OPK atas keterlibatan BO/BSO. Adapun mekanisme lainnya yang lebih teknis diatur dalam Undang-Undang, ataupun Ketetapan BPM.

Menjawab tuntutan untuk pembahasan AD/ART, hal tersebut dimungkinkan untuk dilaksanakan secara cepat. Namun, untuk dapat mengubah aturan yang terturang dalam AD/ART, maka syarat dalam pasal 57 :

  1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Majelis Mahasiswa FEUI dapat dilakukan perubahan atas usul:
    1. Lebih dari 2/3 anggota Majelis Mahasiswa FEUI atau
    2. BPM FEUI yang dipilih lebih dari 2/3 anggota Majelis Mahasiswa FEUI.
  2. Perubahan AD/ART dilakukan pada Musyawarah Mahasiswa FEUI.

Namun perlu diingat fungsi dari AD/ART itu sendiri. Jangan sampai usulan perubahan tersebut terlalu rinci sampai menyentuh ke ranah teknis. Karena pengaturan hal-hal yang mendetail tentang OPK seharusnya ditempatkan dalam pembahasan undang-undang yang posisinya lebih rendah.

Ke depan, Musma luar biasa lebih diarahkan dalam menjelaskan pasal 19 ayat 11 yang menyebutkan peran BPM dan BO/BSO dalam UU. Peran EEF juga perlu di-legitimasi, karena saat ini EEF seakan merepresentasikan masing-masing perseorangan di organisasi tersebut. Oleh karena itulah, untuk mencegah kecurigaan publik, pembahasan Musma luar biasa haruslah diarahkan dalam pengaturan mekanisme dan detail OPK. Namun sebatas apa peran publik dalam penentuan mekanisme? Tentunya hal ini kembali lagi kepada BPM, mengingat BPM memiliki wewenang penuh dalam menentukan metode dan mekanisme yang tepat dalam proses pelaksanaan OPK itu sendiri.

Hal yang juga perlu disorot dalam proses pelaksanaan OPK adalah peran daripada publik, yang tidak terwakilkan dalam BO/BSO, karena sesuai dengan pasal 19 ayat 11, bahwa pelaksanaan OPK merupakan tanggungjawab BPM yang dikoordinasikan dengan BO/BSO. Jadi tanpa adanya posisi yang jelas publik tidak bisa langsung semena-mena menggoyang peran BPM dalam pelaksanaan OPK. Namun, publik dalam hal ini bisa mengusulkan mengenai positioning mereka melalui pengajuan dalam Musma luar biasa.

BPM dalam hal ini, harus memiliki ketegasan, dan juga independensi tentunya untuk dapat menjalankan tugas dan wewenangnya dengan sebaik-baiknya, harus ada proporsionalitas dalam pengambilan keputusan, antara publik dalam BPM.

Polemik yang terjadi saat ini menyadarkan kita betapa pentingnya agena-agenda seperti Musma yang seringkali kita abaikan. Sudah saatnya mahasiswa FE melek akan dinamika politik dan hukum, serta mampu menterjemahkan perkataan menjadi aksi kongkret yang berlandaskan keadilan dan kejujuran.

(Muhammad Fadel dan Triasa Agung Laksana)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s