Ketulusan, Kau, dan Istana Kecil Ini

Ini untuk sebuah kisah akan kesetiaan dan ketulusan. Untuk pengabdianmu yang membuat kami selalu berdecak kagum akan itu.

Ini adalah perjalanan akan sebuah kesetiaan. Mencoba napak tilas kisah perjumpaanmu dengan istana kecil ini dan para penghuninya, yang sesungguhnya kami sendiripun hanya sebatas mendengarnya lewat cerita yang kau kisahkan. Karena itu kisah puluhan tahun lalu. Dan hingga kau, masih setia untuk istana kecil ini untuk puluhan tahun itu.

Ini bukan bukan sebatas soal pengabdian, tetapi lebih pada sebuah cinta dan ketulusan. Jika kami melihat istana kecil ini, itulah kau. Untuk penghuni istana kecil ini yang silih berganti. Datang, tinggal sejenak beberapa waktu, dan setelah itu pergi. Sedang kau, masih tetap tinggal. Untuk selanjutnya mereka yang pernah singgah akan selalu mengenang istana kecil ini, dan kau. Dan kami percaya, ini adalah wujud cinta dan ketulusanmu untuk istana kecil ini, untuk negeri kecil ini, untuk Badan Otonom Economica.

Ini adalah sekelumit kisah dalam istana kecil itu. Senyum yang selalu sama dari kau untuk semua kami yang singgah. Kasih sayang seorang ayah, ilmu, hingga teladan hidup. Itulah kau. Bukan hanya sebatas yang menemani kami untuk tertawa dan mencari rehat sejenak di istana kecil ini. Lebih dari itu. Benar-benar memberikan cinta untuk siapapun yang berkenan singgah.

Ini adalah sebuah kenangan akan kau dan istana kecil ini. Teh hangat, karambol, hingga satu sudut kecil itu didalam istana kecil ini. Disaat kau akan selalu ada disitu, dan sedikit berbicara pada kami. Karena kau tak pernah ingin hiruk pikuk itu menganggu kau, untuk segelas teh hangat istimewa yang akan selalu kami rindukan. Dan langkah kaki, jabat tangan, dan selalu senyuman itu. Yang juga tak kan pernah kami lupakan.

Dan ini adalah kisah kepergianmu. Untuk kau yang kini tak akan ada lagi di istana kecil ini. Untuk sedikit kekosongan yang akan ada saat kami memasuki istana kecil ini. Ya hanya sedikit, karena kenangan dan kau, akan selalu menjadi bagian dari istana ini. Karena kenangan dan kau, akan bersemayam dalam ingatan kami, semua yang pernah singgah di istana kecil ini.

Hingga ini adalah sebuah kisah akan takdir Tuhan. Kau adalah milik-Nya dan hanya kembali pada-Nya. Dan akhirnya cinta dan ketulusan kau dan istana kecil ini harus berakhir sekarang. Meski, jejak akan cinta dan ketulusanmu untuk istana kecil ini akan selau bersemayam sampai kapanpun. Untuk cinta dan ketulusan yang akan menjadi lukisan dinding abadi disetiap sudut istana ini.

Dan akhirnya, ini adalah kisah mengantar kepulanganmu. Selamat jalan “ayah kami,” selamat menuju kebahagiaanmu yang abadi. Bukan isak tangis untuk kepergianmu, hanya doa mengiring langkahmu menghadap-Nya, cinta sejatimu. Hanya doa, semoga kau mendapat tempat terbaik disisi-Nya.

Dan dalam iringan doa untuk mengantar kepulanganmu, terima kasih untuk cinta dan ketulusan pada istana kecil ini, juga kami. Sekali lagi, selamat jalan “ayah.” Dan sekarang, biarkan kami yang akan menjaga cinta dan ketulusan kau untuk istana ini dan negeri kecil ini.

*teruntuk ayah kami di BO Economica, Mas Karnoe

(Desi Sri Wahyu Utami)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s