Aksi Dan Demonstrasi Mahasiswa: Apa Pendapat Anda?

Mereka adalah pendobrak masa depan. Meski kadang mereka lupa, tapi mereka ikut bersuara di kala kita menderita. Mereka turun ke jalan. Tidak peduli lekang panas menggersangkan kulit mereka, tidak peduli hujan badai menerpa membabi-buta. Tapi itulah semangat mahasiswa. Semangat turun ke jalan. Semangat yang berkobar membawa pesan untuk para nahkoda bangsa di istana sana. Secarik pesan dari masyarakat yang ingin di dengar.

Benar, inilah saatnya kita mendengar kata mereka. Bukan tentang pemerintah, bukan tentang negara, bukan tentang warga negara, tapi tentang mahasiswa.

 

Aritonang (Pedagang)

Mahasiswa, ya tetap mahasiswa. Saya senang dengan mahasiswa yang melakukan aksi, artinya mereka menyampaikan aspirasi rakyat. Tapi sekarang saya sedikit kecewa. Aksi yang dilakukan mahasiswa sudah kurang kreatif, tidak berbobot, dan kurang menggigit. Banyak aksi tidak punya dasar yang jelas. Harusnya mahasiswa itu tahu untuk apa mereka melakukan aksi dan yang dibela itu siapa. Jangan asal ikut rame aja.

Mahasiswa itu rajanya rakyat. Kalau mahasiswa blo’on-blo’on aja, ya masyarakat juga bakalan ikut blo’on.

 

 

 

 

Harto (Tukang Ojek)

Ya mahasiswa itu bagus kalau ikut aksi-aksi gitu. Apalagi kalau demonstrasi dan aksi itu tertib, kan jadi tambah bagus. Tapi, jangan sampai mengemban tujuan pribadi kalau ikutan demo. Emang, yang melakukan perusakan dan yang anarkis itu bukan mahasiswa, biasanya ada oknum yang ikut-ikutan Yang suka merusak itu ya biasanya preman-preman yang menyusup itu.

Kalau bisa, saya ingin mahasiswa rame-rame minta harga cabe dan BBM diturunkan. Kalau mahasiswa lembek, kan kasian rakyatnya yang jadi tambah susah.

 

 

 

Sarmono (Penjual alat elektronik)

Aksi itu memang hidupnya mahasiswa. Aksi ya aksi asal tetap di koridor, sportif, dan tidak anarkis. Misalnya, jam sekian sudah harus bubar karena kalau mahasiswa turun ke jalan, kan malah mengganggu masyarakat yang lalu lalang pake kendaraan, soalnya jadi macet kan?

Sekarang sih saya melihat semakin sedikit mahasiswa yang mau ikutan aksi. Tidak tahu kenapa. Saya juga sedikit kasihan sama mahasiswa, mereka sering kena batunya kalau turun ke jalan karena dituduh melakukan yang jelek-jelek. Padahal yang jelek itu bukan mahasiswa, tapi pihak luar yang bukan mahasiswa. Jadi kalau bisa, diabsen dulu sebelum turun ke jalan.

 

 

 

(Edo Yuliandra)

*tulisan dimuat dalam rubrik Opini pada Economica Papers 51

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s