2011

Setahun sudah kita berada di tahun 2011. Milenium baru memang penuh dengan fenomena, penuh dengan pesona. Tidak hanya pesona indah, pesona kelam pun kian bertaburan. Seolah tidak mau kalah, media setiap hari ikut memekarkan suka dan duka di tahun ini. Silih berganti pemberitaan dan isu kita dengar dari televisi, radio, serta media cetak. Sebagian berita tersebut cukup memekakkan telinga. Setiap hari, Anda akan mendengar “nama” itu, atau “peristiwa” itu. Anda kadang menjadi bosan.

Perkenankan saya menceritakan teropong kisah 2011.

“Ingatkah Anda?”

Awal tahun 2011 diawali dengan berita membahagiakan (atau memalukan). Nama pertama yang disebut ialah pemuda bangsa bernama Gayus Tambunan. “Anak kemarin sore” direktorat pajak ini berhasil dibekuk akibat kasus mafia pajak yang dilakoninya. Kasus mafia pajak penjahat ini membuat namanya tersohor. Nama “Gayus Tambunan” tersiar ke seluruh Indonesia. Gayus adalah tokoh bulan Januari 2011, bulan ketika petualangannya berakhir.

“Masih ingatkah Anda?”

Dari kasus mafia, pemberitaan beranjak ke kasus HAM di bulan Februari. Bintang kala itu adalah jamaah Ahmadiyah yang dengan terang-terangan menghidupkan kembali aktivitas beragama mereka. Ahmadiyah dan kroninya berakhir dengan peristiwa Cikeusik. Masyarakat Muslim menghakimi mereka. Namun sayang, peristiwa ini harus ditutup dengan pembantaian terhadap jamaah Ahmadiyah. Februari adalah bulannya Ahmadiyah.

“Berkesankah bagi Anda?”

Maret adalah saat saudara kita di Jepang dilanda bencana. Gempa 9.0 S.R disusul tsunami setinggi 10 meter menewaskan lebih kurang 1800 orang. Kamera dunia akan mengarah ke negeri sakura. Liputan tak henti-hentinya memberitakan Jepang. Apalagi dengan status pembangkit listrik tenaga nuklir yang siap mengancam 200.000 masyarakat Jepang dan radioaktif yang siap menyebar ke seluruh dunia. Kita lupa dengan Gayus, lupa dengan Ahmadiyah. Sesaat kita tertegun melihat bencana di Jepang.

Bencana Jepang terus berlanjut. Kenaikan status PLTN Fukushima menjadi ancaman di bulan April. Stabilitas internasional juga sempat terancam dengan terjadinya perang saudara di Libya dan perang perbatasan Thailand dan Kamboja. April tidak lepas dengan perang dan status nuklir Jepang. Namun, bulan April ditutup indah dengan pernikahan akbar Pangeran William dan Kate Middleton. Bukan hanya United Kingdom yang berbahagia, dunia juga ikut menyambut dengan suka cita.         

“Sempat terpikirkah oleh Anda?”

Mei 2011 lebih meriah ketimbang bulan-bulan sebelumnya. Setidaknya ada tiga peristiwa besar yang menjadi perhatian media. Kematian Ossama Bin Ladden adalah yang pertama. Pemberitaan ini menyulut emosi masyarakat dunia, baik yang pro ataupun yang  kontra. Seusai pembahasan Ossama bin Ladden, media kembali ke dalam negeri. Kali ini, PSSI yang bertingkah. Kongres PSSI 2011 berakhir ricuh dan berhasil mencoreng nama Indonesia di persepakbolaan dunia. Selamat kepada para petinggi PSSI. Mereka menciptakan sejarah tak terlupakan.

Juni, bencana kembali datang. Sejumlah penerbangan di Eropa dikacaukan oleh letusan gunung Grímsvötn di Eslandia pada akhir Mei. Meskipun tidak banyak menarik perhatian masyarakat Indonesia, peristiwa ini layak dianggap sebagai peristiwa penting dunia di bulan Juni 2011. Paruh pertama 2011, diisi dengan bencana yang silih berganti.

Segenap umat Muslim Indonesia kehilangan salah satu sosok penting dalam syiar agama Islam. Ialah K.H Zaenuddin MZ yang meninggal dunia pada awal bulan Juli. Kesedihan ini terlihat dengan banyaknya tayangan kilas balik ustadz “seribu umat” tersebut. Satu bulan penuh, pemberitaan ini merajai tayangan di televisi. Selain itu, diselingi dengan diangkatnya seorang Djohar Arifin sebagai “bos” baru PSSI. Apakah ia bisa mereparasi coretan di persepakbolaan Indonesia?

“Sadarkah anda?”

Agustus adalah bulan keramat bagi bangsa Indonesia. Selain karena bulan ini adalah bulan kemerdekaan Indoensia, pada bulan ini, di tahun 2011, banyak fenomena terjadi di Indonesia maupun dunia. Di bidang ekonomi, sebuah kejutan terjadi. Standard & Poor’s menurunkan peringkat utang Amerika Serikat menjadi AA+ sebagai imbas dari krisis utang publik di negara itu. Dari dalam negeri, muncul nama baru di dunia kriminalitas kerah biru Indonesia. Nazzarudin orangnya. Tersangka kasus suap wisma atlet ini ditangkap di Kolombia setelah sempat bermain petak umpet beberapa lama. Nama Nazzarudin tiba-tiba menjadi beken, seperti halnya Gayus Tambunan.

“Tentu Anda masih ingat”

September, infotainment merajai bulan ini. Di bulan ini tidak henti-henti pemberitaan kecelakaan di tol Cipularang kilometer 97 yang menewaskan Virginia Anggraeni, istri Saeful Djamil. Tangisan Saeful Djamil tak henti-hentinya ditayangkan di media televisi. Beruntung, pemberitaan ini sempat teralihkan dengan kasus bentrokan siswa SMA dengan wartawan di Jakarta Selatan. Meskipun berita buruk, paling tidak kejenuhan Anda dengan kasus Saeful Djamil sedikit berkurang.

Tiga nama besar menjadi topik panas media masa di Oktober 2011. Kematian Steve Jobs, Muammar Al-Qhadaffi, dan Marco Simoncelli menghiasi kaca televisi Anda di sepanjang 2011. Ditengah bulan, reshuffle kabinet menjadi hiburan di tengah kabar duka tersebut. Nama-nama baru mucul, nama lama terdegradasi.

“Berkesankah bagi Anda saat…”

SEA GAMES di bulan November 2011, memeriahkan Indonesia. Semangat masyarakat Indonesia membara di bulan ini. Beruntung, pada SEA GAMES kali ini, Indonesia berhasil menjadi juara. Paling tidak, hal ini bisa menunjukkan bahwa Indonesia juga bisa meraih prestasi di cabang olahraga.

“Tentu Anda masih mengikuti…”

…dua berita hangat di bulan Desember tahun ini. Nunun Nurbaeti dan akhir pelariannya berhasil menjadi tokoh di akhir tahun. Satu lagi pemberitaan panas adalah peristiwa Mesuji yang sampai saat ini masih belum terungkap kebenarannya. Saya yakin, di akhir bulan Desember, akan semakin meriah dengan adanya ramalan-ramalan dan prediksi tahun depan, baik dari para analis, ataupun dari peramal.

“Semua telah terjadi, semua selalu dibicarakan, semua adalah dokumentasi yang harus disimpan dalam sejarah. Sejarah yang mungkin nanti akan dilupakan”

Saat ini kita telah di penghujung tahun 2011. 2012 akan membawa warna baru. Akan tetapi, butuh bekal evaluasi yang akan menjadikan 2012 menjadi semakin baik, jauh lebih baik. Semoga tidak ada lagi koruptor pendatang baru, semoga tidak ada lagi bencana yang memakan banyak korban, dan semoga prestasi Indonesia semakin bertabur di tahun 2012.

Amin.

(Edo Yuliandra)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s