Peran Universitas Indonesia untuk Olahraga Mahasiswa

Universitas Indonesia tampaknya tidak mau tanggung-tanggung dalam mewujudkan visinya menjadi world class university. Selain perpustakaan pusat yang beberapa waktu lalu diresmikan, UI juga tengah sibuk membangun bangunan-bangunan baru, termasuk di antaranya adalah fasilitas-fasilitas olahraga. Bangunan-bangunan lama seperti Stadion UI dan Gymnasium pun diwacanakan akan direnovasi, agar memenuhi standar internasional. Namun, tentu harapan mahasiswa tidak berakhir pada bangunan yang masif dan megah.

Universitas Indonesia dan Olahraga

Universitas Indonesia, seperti kampus-kampus lain pada umumnya, memfasilitasi minat dan bakat mahasiswanya melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang meliputi bidang seni, olahraga, beladiri, dan lain-lain. Hingga saat ini, UI memiliki 14 UKM olahraga yang terdiri dari bulu tangkis, softball, hockey, bola voli, atletik, tenis meja, tenis lapangan, sepak bola, bola basket, renang, catur, bridge, menembak, dan yang terbaru yaitu cricket.

Dibyo, Kepala Subdirektorat Pengembangan Minat dan Bakat Mahasiswa yang membawahi langsung UKM-UKM tersebut, menjelaskan bahwa UI telah menjalankan peran yang cukup baik dalam memfasilitasi minat olahraga mahasiswanya. Setiap UKM di UI didampingi oleh seorang pembina yang ditugaskan oleh pihak rektorat, selain itu dana pembinaan dan pelatihan bulanan juga disokong oleh UI.

Selain adanya UKM Olahraga, UI juga menganggap atlet sebagai suatu aset sehingga UI membuka jalur penerimaan mahasiswa bagi para atlet. Sebagian besar yang menempuh jalur ini adalah mahasiswa D3 yang ingin melanjutkan pendidikannya ke S1 Ekstensi. Walaupun tetap harus mengikuti tes, biasanya alumni D3 yang juga merupakan atlet ini mendapatkan kemudahan melalui rekomendasi dari pihak rektorat kepada panitia penerimaan mahasiswa baru.

Olahraga UI, Ayo Bangkit!

Tahun 2012 boleh dijadikan sebagai tahun kebangkitan olahraga bagi Universitas Indonesia. Menyusul perhelatan SEA GAMES 2011 yang salah satu cabangnya diselenggarakan di UI, kampus kuning ini akan menjadi tuan rumah TIG (Triennial Intervarsity Games), yaitu kompetisi olahraga tiga tahunan antar universitas di kawasan Asia Pasifik yang menggunakan nama negara sebagai nama universitasnya. Penyelenggaraan TIG, yang pada awalnya bernama Biennial, memang mundur dari tahun yang seharusnya karena pada tahun 2011 UI sedang ketamuan cabang anggar SEA GAMES.

Secara kasat mata kita juga dapat melihat faktor lain, yaitu memang UI belum siap menjadi tuan rumah. Bukan lain, hal tersebut terjadi karena fasilitas venue olahraga di UI yang masih jauh dari standar internasional. Berkaca pada tuan rumah BIG tahun 2009, National University of Singapore, fasilitas-fasilitas olahraga di UI masih jauh dari kata baik. Bangunan-bangunan olahraga, seperti stadion UI dan gymnasium yang terakhir disentuh pada tahun 1989, belum pernah direnovasi kembali. Oleh karena itu, idealnya tahun ini memang digencarkan perbaikan besar serta pembangunan venue-venue yang memenuhi standar seperti yang diwacanakan oleh pihak rektorat.

Tentu saja, hal ini menimbulkan pertanyaan sendiri bagi kita, apakah UI mampu menyelesaikan pembangunan dalam waktu yang singkat demikian? Dalam hal ini, lagi-lagi manajemen pembangunan yang baik sangat dibutuhkan.

Mahasiswa dan Olahraga

Walaupun fasilitas olahraga di kampus masih sangat terbatas, mahasiswa tidak ciut menghadapi masalah ini. Berbagai cara bisa dilakukan untuk memperoleh tempat latihan sehingga perjuangan menuju kompetisi pun tetap berjalan. Pengadaan pelatih pun masih bisa diusahakan sendiri oleh mahasiswa.

Menurut Ratih Malini, Ketua UKM Pencak Silat, birokrasi di UI masih menjadi kendala tersendiri bagi para atlet, terutama dalam masalah pendanaan latihan atau lomba yang menggunakan sistem reimbursement. Hal ini menyulitkan karena tidak semua atlet memiliki dana sebagai modal latihan dan lomba. Namun, Ratih Malini mengaku bahwa mahasiswa seringkali harus memutar akal untuk membiayai pelatihan mereka sebelum dana dari rektorat dikucurkan. Hal yang mengecewakan adalah dana yang dikembalikan umumnya tidak sebesar biaya yang dikeluarkan.

Menanggapi hal tersebut, Dibyo menegaskan bahwa dana yang diberikan kepada mahasiswa yang mengikuti lomba konteksnya adalah dana bantuan sehingga tidak semua biaya ditutup oleh pihak rektorat. Informasi seperti inilah yang masih asimetris antara rektorat dan mahasiswa, seringkali memberikan pemahaman yang tidak harmonis. Masih menurut Dibyo, dalam urusan lomba, UI juga memberikan bantuan seperti bis kuning serta perizinan absensi kepada dosen.

Selama ini, komunikasi yang terjalin antara UKM dan rektorat memang belum sepenuhnya mulus. Hal-hal kecil seperti pelaporan prestasi mahasiswa juga terkesan dianggap remeh. Uang bonus memang jarang diberikan bagi pemenang kejuaraan. Namun, bukan itu yang menjadi harapan atlet. Sebuah tindak lanjut atas prestasi mereka tentu bisa menjadi penghargaan yang tak ternilai.

Prestasi Olaharga Universitas Indonesia

Di kampus ini, memang terdapat banyak sekali bibit-bibit atlet yang potensial. Pembinaan dan pelatihan pun sudah dijalankan. Sayangnya walaupun UI secara akademis sangat menonjol sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia,  namun dalam bidang olahraga UI masih jauh tertinggal dari universitas-universitas lainnya. Dalam ajang POMDA (Pekan Olahraga Mahasiswa DKI Jakarta) dan POMNAS (Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional) misalnya, UI acapkali kalah oleh UNJ atau Perbanas.

Alangkah baiknya UI memiliki rencana strategis agar paling tidak ada mahasiswanya yang jebol ke Universiade, pekan olahraga mahasiswa tingkat dunia, yang selama ini belum pernah dijajaki atlet-atlet UI. Keberhasilan olahraga dapat dijadikan sebagai salah satu cara tercapainya visi world class university yang dimiliki oleh kampus kuning ini.

(Mutia Prawitasari dan Bayu Tegar Perkasa)

*tulisan ini dimuat dalam rubrik Dialektika pada Economica Papers 54

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s