Berputih Lupa

Tersudut pria dalam biliknya,
Ia lupa akan setumpuk kertas itu
Tidak, Malam.
Tidak!!

Pria itu putih, dalam titik hitam
Pria itu samudera dosa dalam tetes kebaikan
Pria itu,
Mencela lidah malaikat, memuji bibir syetan.

Dia,
Dia tak akan lupa pada setumpuk kertas itu.
Tidak juga pada bidadari malam berputar poros otaknya
Tidak,
Dia tidak lupa!

Tapi lihat,
Dia begitu alpa,
Dengan segala dusta ia berkelana
Diatas pelana kuda putih,
Putih jua pelananya tanpa noda

Berpetakan dunia ia lupa.
Tidak,
Dia tidak lupa!

Meminang dalih mulia,
Meminjam nama Nabi-Nya,
Bercermin muka raja,
Dia hanya ingin mendekat!

Dia tidak lupa,
Tapi dia ingin lupa!!
Lupa pada setumpuk kertas itu,
Lupa pada surga
Lupa pada bidadari
Lupa pada pahala,
Pahala atau apapun itu, terserah kau saja, kau bebas memberi nama!

(Depok, 20 Maret 2014)

M. Rudi Kurniawan

Staff Penerbitan 2014/2015

@rudiikurniawan

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s