Candu Dalam Kesederhanaan Musik

Saya terkadang merasa musik telah punah secara aural dan visual. Progresi kord yang monoton sehingga menghasilkan lagu-lagu paling populer dalam masyarakat dipergunakan menjadi modal pendulang uang dalam industri musik internasional. Selain itu, alat musik yang digunakan terkadang artifisial karena suara-suara komponen musik hanya dihasilkan oleh suatu perangkat lunak tertentu yang dapat meniru suara alat musik berupa bass, gitar, piano, dan drum. Secara visual, aksi teatrikal dalam konser yang berupa instalasi visual backdrop dan lighting yang kompleks mempertanyakan maksud musik, yang paling tidak bagi saya, merupakan alunan nada-nada yang dapat membawa perasaan saya lebih ‘terasa,’ bukan hanya sekedar teriakan penikmat musik yang berusaha menyejajarkan diri dengan alunan melodi yang dibawakan oleh musisi yang berdiri di atas panggung.

Ditengah kepunahan musik tersebut, saya menemukan suatu web-based project yang disebut dengan La Blogotheque’s Take Away Shows. Web-based project yang diprakarsai oleh seorang filmmaker asal Perancis yaitu Vincent Moon ini berniat menghapus garis pemisah antara musisi dan audiens dalam menikmati musik tersebut bersama-sama. Hal tersebut dibuktikan melalui hasil video yang mengajak musisi menggarisbawahi kesederhanaan lagu: sekedar melalui alunan sebuah gitar dan harmonisasi vokal grup musisi tersebut seraya berjalan di alun-alun kota, padang rumput, ataupun didalam goa. Olah vokal dan alat musik yang seadanya ditangkap kamera perekam tanpa pengeditan lebih lanjut seperti di studio rekaman ataupun dengan autotune memberi kesan tersendiri bagi penonton akibat resonansi suara yang beradaptasi dengan alam secara langsung seperti suara langkah pejalan kaki di sekitar, celoteh anak kecil, atau bahkan gonggongan anjing yang tidak sengaja tertangkap video perekam.

Pengambilan gambar penampilan musisi saat pertunjukkan menggunakan teknik single-shot yang menunjukkan kesederhanaan pengambilan gambar dengan tetap diwarnai pemandangan indah melalui sinematografi yang memukau. Pengambilan gambar pun kental dengan nuansa film-film pada masa Avant Grande, yaitu film-film eksperemintal pada zaman tahun 1920-an di Eropa. Selain itu, kesederhanaan teatrikal ditunjukkan dengan minimnya pengeditan sehingga kita dapat melihat musisi saat persiapan sebelum penampilan, kesan mereka setelah penampilan, serta latar belakang kegiatan penduduk. Tidak jarang ditemukan hasil gambar yang bergerak tak karuan karena tidak menggunakan tripod saat pengambilan gambar.

Web-based project yang bertajuk “We film beautiful, rare and intimate sessions with your favorite artists and the ones you are soon to fall in love with” berhasil menyampaikan prinsip tersebut melalui proyek yang sudah berdiri selama enam tahun ini. Saya sendiri sebagai penikmat musik awam tidak menyangka suatu kementahan bahan penyampaian musik, dalam nada maupun penampilan, dapat membawa saya merasa lebih dekat dengan musisi dan dapat memahami musik yang disampaikan dengan lebih mendalam. Tidak ada setitik pun rasa terganggu saya dalam menikmati video-video La Blogotheque biarpun diwarnai oleh suara anjing menggonggong, perbincangan pejalan kaki sekitar musisi, ataupun suara klakson kendaraan. Ada suatu aura berbeda yang saya tangkap saat saya menonton video-video produk La Blogotheque yaitu aura kesederhanaan penyampaian musik yang seakan menyatu langsung dengan alam melalui video yang serba minim pengeditan tersebut.

Secara keseluruhan, Saya merekomendasikan untuk menonton La Blogotheque yang menghasilkan video-video yang memukau dan memberikan warna baru bagi penikmat musik zaman sekarang. Web-based project ini mampu membuat penikmat musik yang menonton videonya beralih dari satu video ke video yang lainnya sambil mengisi sore hari yang tenang dengan menyeruput secangkir kopi. La Blogotheque memberikan rasa candu bagi para penikmat musik yang ‘muak’ akan musik monoton yang berkembang di dunia saat ini.

 

Jennifer Y. Simangunsong

Staff Divisi Penerbitan BO Economica

@ysjennifer

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s